Rabu, 03 April 2013

Berbagi Ilmu

Oleh: Endah Nur Rohmi

Dibandingkan pengurangan, penambahan, dan pengalian, pembagian merupakan hal yang paling sulit dilakukan. Pembagian yang dimaksud disini bukan seperti pada pelajaran berhitung di sekolah, melainkan pada kehidupan sehari-hari manusia sebagai makhluk sosial. Secara alami, manusia memiliki naluri untuk berbagi. Berbagi cerita adalah contoh mudahnya. Lain lagi jika itu adalah kekayaan, karena manusia cenderung pelit. Alasannya, tidak lain, karena khawatir kekayaan itu akan berkurang jumlahnya.

Dua macam kekayaan yang terdapat pada diri manusia mencakup kekayaan materiil dan kekayaan intelektual. Tentang berbagi kekayaan materi, Allah mewajibkan kaum Muslimin berderma dan berinfak kepada sesame. “Dan, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hartamu yang Dia telah jadikan kamu penguasanya (amanah). Maka, orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah)( memperoleh pahala yang besar.” (QS Alhadid[57]:7).

Bahkan, untuk urusan yang penting bagi kehidupan manusia, misalnya makan, kita diperintahkan untuk berbagi. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda, “Makanan untuk dua orang, cukup untuk tiga orang. Makanan tiga orang, cukup untuk empat orang.” (Hadis Mutafaq ‘Alaih).

Sementara itu, kekayaan intelektual (baca: ilmu) merupakan sesuatu yang lebih berharga dibanding kekayaan materiil. Kekayaan intelektual mencakup seluruh ilmu, baik ilmu yang diperlukan untuk mencapai kemaslahatan di dunia (ilmu umum) maupun ilmu yang mengatur cara-cara penghambaan kepada Allah (ilmu syariat).

Tentang berbagi ilmu ini, Allah telah memerintahkan kaum Muslimin untuk melaksanakannya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Orang yang terbaik diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.” (HR Al Bukhari dari Utsman bin Affan RA).

Tentu saja, berbagi ilmu sesuai dengan kemampuan tidak lepas dari aktivitas menuntut ilmu. Sehingga, berbagi ilmu yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan. Maka dari itu, Allah memerintahkan kita semua untuk menuntut ilmu.

Jelas sekali bahwa berbagi termasuk yang diperintahkan Allah kepada kita semua. Memang tidak mudah melakukannya apalagi ketika diri sendiri ditimpa kekurangan. Namun, Allah telah memberikan jaminan bertambahnya harta ataupun ilmu yang kita bagi itu dengan sesuatu yang terkadang tidak dapat diduga-duga. Inilah yang sering kali tidak diyakini oleh banyak orang.

Sumber : www.rohis68.blogspot.com

10 Keutamaan Ilmu Dibandingkan Harta

1. Ilmu adalah pusaka para nabi sedangkan harta adalah pusaka Qarun, Sada, Fir’aun
2. Ilmu menjaga dirimu, sedangkan harta malah engkau yang menjaganya
3. Pemilik harta musuhnya banyak, sedangkan pemilik ilmu temannya banyak
4. Harta bila dibelanjakan akan berkurang, sedangkan pemilik ilmu justru malah bertambah
5. Pemilik harta dipanggil dengan sifat bakhil dan cercaan, sedangkan pemilik ilmu dipanggil
dengan nama keagungan dan kemuliaan
6. Harta perlu dijaga dari pencuri, sedangkan ilmu tidak perlu kemuliaan
7. Pemilik harta kelak diakhirat akan dihisa, sedangkan ilmu akan diberi syafa’at
8. Harta akan berkarat karena lama disimpan, sedangkan ilmu tidak akan berkarat dan tidak
rusak karena umur
9. Harta bias mengeraskan hati, tetapi ilmu bias menerangi hati
10.Pemilik harta bisa mengaku-ngaku sebagai tuhan lantaran hartanya, sedangkan pemilik ilmu
mengaku sebagai hamba

Sumber : www.rohis68.blogspot.com

Pesankan Saya Sebuah Tempat

Danu Ardi Kuncoro
Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi Muslimah,untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya.Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan etika.Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leherkehangatan badan bisa terjaga.Jilbab memang memiliki multifungsi.Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari Kairo ke Alexandria;di sebuah mikrobus, ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layakuntuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan.Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar.Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang 'perhatian'kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnyamengingatkan bahwa pakaian yang dikenakannya bisa mengakibatkansesuatu yang tak baik bagi dirinya sendiri.Disamping itu, pakaian tersebut juga melanggar aturan agama dan normakesopanan.Orang tua itu bicara agak hati-hati, pelan-pelan, sebagaimana seorangbapak terhadap anaknya.Apa respon perempuan muda tersebut ?Rupanya dia tersinggung, lalu ia ekspresikan kemarahannya karenamerasa hak privasinya terusik.Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang !"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya." Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda ! "Sebuah respon yang sangat frontal. Orang tua berjanggut itu hanyaberistighfar.Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.Detik-detik berikutnya, suasana begitu senyap.Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpi, takterkecuali perempuan muda itu.Lalu sampailah perjalanan di penghujung tujuan, di terminal terakhirmikrobus Alexandria.Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun, tapi mereka terhalangioleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tidur,karena posisi tidurnya berada dekat pintu keluar."Bangunkan saja !" kata seorang penumpang."Iya, bangunkan saja !" teriak yang lainnya.Gadis itu tetap bungkam, tiada bergeming.Salah seorang mencoba mendekatinya, dan menggerak-gerakkan tubuh sigadis agar posisinya berpindah.Namun....... astaghfirullah !Apakah yang terjadi ?Perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi.Ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan neraka !Kontan seisi mikrobus berucap istighfar, kalimat tauhid sertamenggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yangduduk di sampingnya.Ada pula yang histeris meneriakkan Allahu Akbar dengan linangan air mata.Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya.... .Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat....Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yangburuk...Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah...Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat dengan-NYA....semakin dekat.Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar...mumpung kesempatan itu masih ada !Apakah booking tempatnya terpenuhi di alam sana ?kawan, sering-seringlah berdoa seperti ini :Allahumma inni as'aluka salamatan fid diin (yang Allah, berilah akukeselamatan di akherat)wa 'afiatan fil jasad (dan kesehatan tubuh)wa ziyadatan fil 'ilmi (dan bertambah ilmu)wa barakatan fir rizqi (dan keberkahan rezeki)wa taubatan qablal maut (dan taubat sebelum mati)wa rahmatan 'indal maut (dan kasihsayang ketika mati)wa maghfiratan ba'dal maut (dan ampunan setelah mati)Allahumma hawwin 'alayya fii sakaratil maut (ya Allah permudahkanlahaku ketika sekarat/hendak mati).Entahlah, apakah ini yang disebut dengan su'ul khatimah itu.Mungkin si perempuan ini juga (pernah) sembahyang,mungkin juga pernah beramal salih selama hidupnya.Siapa tahu?Wallahu a'lam.--based on true story-- ditulis oleh kolumnis majalah Almannar, bukan Almannaryang dulu dikelola syekh Muhammad Rasyid Ridhoyang kemudian menulis tafsir Almannar itu, melainkan AlmannarAljadid/neo- Almannar)

Sumber : www.rohis68.blogsot.com

Ikhwan-Akhwat

Ustadz Adf
seperti lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. Tanpa mereka hati, fikiran, perasaan lelaki akan resah. Masih mencari walaupun sudah ada segala galanya.Apa lagi yang tidak ada di syurga, namun Nabi Adam a.s tetap merindukan Siti Hawa. Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, isteri atau puteri.Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh lelaki, tetapi kalau lelaki sendiri yang tak lurus, tidak mungkin mampu hendak meluruskan mereka.Tak logik kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus.Luruskanlah wanita dengan cara petunjuk Allah, karena mereka diciptakan begitu rupa oleh Allah.Didiklah mereka dengan panduan dariNya.
JANGAN COBA JINAKKAN MEREKA DENGAN HARTA,NANTI MEREKA SEMAKIN LIAR.
JANGAN HIBURKAN MEREKA DENGAN KECANTIKAN,NANTI MEREKA SEMAKIN MENDERITA.
Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah. Kenalkan mereka kepada Allah, zat yang kekal, disitulah kuncinya.
AKAL SETIPIS RAMBUTNYA, TEBALKAN DENGAN ILMU.HATI SERAPUH KACA, KUATKAN DENGAN IMAN.PERASAAN SELEMBUT SUTERA, HIASILAH DENGAN AKHLAK.
Suburkanlah karena dari situlah nanti mereka akan nampak penilaian dan keadilan Tuhan.Akan terhibur dan bahagialah hati mereka, walaupun tidak jadi ratu cantik dunia, presiden ataupun perdana menteri negara atau women gladiator.Bisikkan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan. Itu bukan diskriminasi Tuhan. Sebaliknya disitulah kasih sayang Tuhan, karena rahim wanita yang lembut itulah yang mengandungkan lelaki-lelaki wajah : negarawan, karyawan, jutawan dan " wan-wan" lain. Tidak akan lahir superman tanpa superwoman.Wanita yang lupa hakikat kejadiannya, pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan.Tanpa ilmu, iman dan akhlak, mereka bukan saja tidak bisa diluruskan, bahkan mereka pula membengkokkan.
LEBIH banyak LELAKI YANG DIRUSAKKAN OLEH PEREMPUANDARIPADA PEREMPUAN YANG DIRUSAKKAN OLEH LELAKI.
SEBODOH-BODOH PEREMPUAN PUN BISA MENUNDUKKAN SEPANDAI-PANDAI LELAKI
Itulah akibatnya apabila wanita tidak kenal tuhan. Mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri, apalagi mengenal lelaki. Kini bukan saja banyak boss telah kehilangan secretary, bahkan anak pun akan kehilangan ibu, suami kehilangan isteri dan bapa akan kehilangan puteri.Bila wanita durhaka dunia akan huru-hara. Bila tulang rusuk patah, rusaklah jantung, hati dan limpa.Para lelaki pula jangan hanya mengharap ketaatan tetapi binalah kepimpinan.Pastikan sebelum memimpin wanita menuju Allah
PIMPINLAH DIRI SENDIRI DAHULU KEPADANYA.
Jinakkan diri dengan Allah, nescaya akan jinaklah segala-galanya dibawah pimpinan kita.
JANGAN MENGHARAP ISTERI SEPERTI SITI FATIMAH,KALAU PRIBADI BELUM LAGI SEPERTI SAYIDINA ALI
Diambil dari CD Ebook Islami 1428Written by : nonamePublished by : Yahdi Siradj

sumber : www.rohis68.blogspot.com

Pecundang vs Pemenang

Ustadz Adf
Pada suatu hari murid bertanya kepada gurunya
Guru, apa yang harus kulakukan agar aku menjadi pemenang dalam kehidupan ini bukan menjadi pecundang ?
Sang guru menjawab, pelajari perbedaan antara keduanya.

Jika pecundang selalu menjadi bagian dari masalah
Pemenang selalu menjadi bagian dari solusi.

Jika pecundang akan selalu punya alasan
Pemenang akan selalu punya program.

Jika pecundang berkata : Itu bukan pekerjaanku !
Pemenang akan berkata : Biar aku yang mengerjakan itu.

Bila pecundang melihat persoalan dari setiap jawaban
Pemenang akan melihat jawaban dari setiap persoalan.

Jika pecundang melihat kesalahan dari setiap persoalan
Pemenang melihat kebaikan dari setiap kesalahan.

Jika pecundang berkata : Itu mungkin dikerjakan, tapi sulit
Pemenang akan berkata : Itu sulit, tapi mungkin untuk dikerjakan.

Kalau kamu mau melakukan seluruh ciri-ciri pemenang, kaulah yang akan menjadi pemenang.

sumber : www.rohis68.blogspot.com

18 Pintu Terampuninya Dosa

Ustadz Adf
Allah Swt berfirman : “Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Padahal Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Maidah [5] ayat 74)“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Zumar [39] ayat 53)
1. BERTAUBAT
Al-Quran yang suci mengatakan :”Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri , mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS Ali Imran [3] ayat 135)(QS Al-Maidah [5] ayat 39)

2. BERBAKTI DAN MENDOAKAN KEDUA ORANGTUAAl-Quran yang mulia mengatakan : “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.” (QS Al-Ahqaf [46] : 15-16)

2. MENGIKUTI PETUNJUK, DAN WASIAT RASULULLAH SAW SERTA MEMULIAKANNYA
Al-Quran yang mulia mengatakan: “Katakanlah: “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad Saw), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Ali Imran [3] ayat 31)(QS Al-Hujurat [49] ayat 3)

3. INFAQ
Allah Swt berfirman : “Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.” (QS Al-Taghabun [64] ayat 17)

4. BALASAN DI DUNIA
Imam Ja’far al-Shadiq as berkata, “Apabila Allah menghendaki kebaikan atas seseorang hamba maka Allah segerakan balasannya di dunia. Sebaliknya jika Allah menghendaki keburukkan atas seorang hamba maka ditundalah balasannya sehingga ia mendapatkannya di Hari Qiyamat.” (Bihar al-Anwar 81:177)

5. SABAR ATAS UJIAN HIDUP
Al-Quran suci mengatakan : “..kecuali orang-orang yang sabar, dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar. (QS Hud [11] ayat 11)Rasulullah saww bersabda, “Sesungguhnya seorang mu’min itu apabila melakukan dosa maka diujilah dia dengan kefakiran maka apabila ia sabar niscaya hal itu menjadi penghapus dosanya. Atau diuji ia dengan penyakit, maka apabila ia sabar niscaya hal itu menjadi penghapus dosanya atau ia diuji dengan rasa ketakutan dari Sultan (raja) yang menuntutnya, maka hal itupun menjadi penghapus dosanya atau ia dicoba sehingga ia menemui kematiannya maka ketika ia berjumpa dengan Allah maka tidak ada lagi dosa-dosanya dan Allah memasukkannya ke dalam surga.” (Bihar al-Anwar 81 : 199)

6. MUSIBAH
Rasulullah saww bersabda, “Tidaklah menimpa musibah kepada seorang mu’min laki-laki dan perempuan atas dirinya dan hartanya serta anaknya sehingga ketika ia menjumpai Allah maka tidak ada lagi kesalahan padanya.”(Bihar al-Anwar 67 : 236)

7. SIKSA KUBUR DI ALAM BARZAKH
Imam Ali ar-Ridha as berkata, “[Di dalam firman-Nya : “Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.” (QS Al-Rahman [55] ayat 39)], “Sesungguhnya barangsiapa yang memiliki keyakinan yang benar lalu dia berbuat dosa dan dia tidak sempat bertaubat di dunia, maka diazablah ia di Alam Barzakh sampai ketika ia di hari Qiyamat tidak ada lagi dosanya dan tidak pula ia ditanya tentang itu” (Tafsir Nur ats-Tsaqalain 5 : 155)

8. PENYAKIT
Imam Ali ar-Ridha as berkata, “Sakit bagi orang mu’min merupakan penyucian (atas dosanya) dan juga rahmat. Tetapi bagi orang yang ingkar, sakit adalah ’azab dan laknat dan sesungguhnya penyakit bagi seorang mu’min adalah penghapus dosa.” (Bihar al-Anwar 81 : 183)Rasulullah saww bersabda, “Sesungguhnya penyakit itu membersihkan jasad dari dosa-dosa sebagaimana alat peniup pandai besi membersihkan karat dari besi.” (Bihar al-Anwar 81 : 197)Ditanyakan kepada Amirul Mu’minin as tentang penyakit yang menimpa seorang bayi, beliau menjawab, “Itu merupakan penghapus dosa (kafarat) bagi orang tuanya.” (Bihar al-Anwar 81 : 186)Allah Ta’ala berfirman (di dalam hadits Qudsi), “Ahli taat-Ku dalam jamuan-Ku, dan ahli syukur-Ku dalam limpahan-Ku, dan ahli dzikir-Ku dalam nikmat-Ku, tapi ahli maksiat kepada-Ku tidak ada bagian untuk mereka dari rahmat-Ku. Tetapi jika mereka bertaubat maka Aku adalah kekasihnya, dan apabila mereka berdoa maka Aku akan jawab doanya dan apabila mereka sakit, Aku yang akan menyembuhkannya dan Aku akan mengobati mereka dengan ujian dan musibah untuk membersihkan mereka dari dosa-dosa dan cela.” (Bihar al-Anwar 77 : 42)

9. KESEDIHAN
Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang mu’min telah banyak dosa-dosanya dan ia belum mengamalkan apa-apa yang dapat menghapus dosa-dosanya maka Allah akan mengujinya dengan kesedihan demi menghapus dosa-dosanya.” (Bihar al-Anwar 73 : 157)Imam Ja’far ash-Shadiq as berkata, “Sesungguhnya kesedihan itu menghapus dosa orang muslim.” (Bihar al-Anwar 73 : 157)

10. KESUSAHAN DI DALAM MENCARI PENGHIDUPAN (NAFKAH)
Rasulullah saww bersabda, “Sesungguhnya ada dosa di antara dosa-dosa yang tidak dapat dihapus dengan shalat dan tidak juga dengan sedekah.”, maka ditanyakan kepada Nabi saww, “Apakah yang dapat menghapusnya wahai Rasulullah?”, jawab Nabi, “Kesusahan di dalam mencari penghidupan.”(Bihar al-Anwar 73 : 157)

11. TAQWA, KEJUJURAN, PERBUATAN BAIK, DAN AMAL SHALIH
Allah SWT berfirman, “Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia menutupi kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.” (QS Al-Thalaq [65] ayat 5)“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat” (QS Hud [11] ayat 114)(QS Al-Ahzab [33] ayat 35)(QS Al-Ahzab [33] 70-71)Lihat ayat-ayat lainnya : QS 34:4; 35:7; 36:11, 67:12

12. AKHLAQ YANG BAIK
Imam Ja’far ash-Shadiq as berkata, “Sesungguhnya akhlaq yang baik itu menghapus kesalahan (dosa) sebagaimana matahari mencairkan es dan sesungguhnya akhlaq yang buruk itu merusak amal (baik) sebagaimana cuka merusak madu.” (Bihar al-Anwar 71 : 356)Rasulullah saww bersabda,“4 hal yang dapat menghapus dosa dan Allah gantikan dengan kebaikan : 1. Shadaqah, 2. Malu, 3. Akhlaq yang baik, 4. Rasa syukur.” (Bihar al-Anwar 71 : 332)

13. MEMPERBANYAK SUJUD
Imam Ja’far ash-Shadiq as berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saww dan berkata,“Wahai Rasulullah, telah banyak dosa-dosaku tapi sedikit amalku,” maka Rasul saww bersabda, “Perbanyaklah sujud karena sujud itu menggugurkan dosa sebagaimana angin menggugurkan dedaunan dari pohon” (Bihar al-Anwar 85 : 162)

14. HAJJI DAN UMRAH
Imam Ali bin Abi Thalib as berkata, “Sesungguhnya Rasulullah saww telah bersabda, ”Dari satu umrah ke umrah berikutnya merupakan penghapus dosa yang ada di antara keduanya dan hajji yang diterima (Allah) balasannya adalah surga dan ada suatu dosa di antara dosa-dosa yang tidak dapat diampuni kecuali dengan wukuf di ‘Arafah.” (Bihar al-Anwar 99 : 50)

15. BERDOA, BERISTIGHFAR DAN BERZIKIR
Al-Quran yang mulia mengatakan : “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS Al-Nisa [4] ayat 110)

16. BANYAK MEMBACA SHALAWAT KEPADA NABI MUHAMMAD DAN KELUARGANYA
Imam Ali Ar-Ridha as berkata, “Barangsiapa yang belum mampu untuk menghapus dosa-dosanya maka perbanyaklah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, karena yang demikian itu dapat merontokkan dosa serontok-rontoknya” (Bihar al-Anwar 94 : 47)

17. HIJRAH, BERJIHAD DI JALAN ALLAH & MENAMPUNG KAUM MUHAJIRIN
Al-Quran yang mulia mengatakan :”Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya : “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain . Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.” (QS Ali Imran [3] ayat 195)(QS Al-Anfal [8] ayat 74)Lihat juga ayat-ayat : QS Al-Shaff [61] : 11-12;

18. KEMATIAN
Rasulullah saww bersabda, “Kematian dapat menjadi penebus dosa-dosa orang-orang beriman.” (Amali lil-Mufid, h. 166)“Tidak ada do’a mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kamidan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kamidan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang ingkar.”(QS Ali Imran [3] ayat 147)(QS Ali Imran [3] ayat 193)Amin ya Ilahi Rabbi…

Sumber : www.rohis68.blogspot.com

It's Dakwah Time :)

Setelah kenalan sama rohis 68 sekarng kita kenalan sama Islam yuk!
Sebenarnya posting-posting setelah ini kami ambil dari blog kakak kelas kami yang terdahulu tahun 2009 (www.rohis68.blogspot.com) tetapi dikarenakan sudah tidak aktif lagi, kami yang repost lagi untuk kawan-kawan sekalian. Semoga bermanfaat :)