Rabu, 16 April 2014
Rabu, 25 Desember 2013
Rohis 68 In Qgen Big Fest 2013
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Alhamdulillah, rohis 68 telah berganti kepengurusan pada september silam, kami adalah kepengurus periode 2013/2014.
Telah terpilih Rifqi Kartiko Fathianto sebagai Ketua Rohis
dan
Annisa Zhafirah Nurfiani sebagai Ketua Keputrian.
Semoga kepungurusan yang baru ini bisa lebih baik dari sebelumnya, aamiin.
Alhamdulillah beberapa waktu yang lalu rohis 68 berhasil mengukir prestasi yang cukup membanggakan. Ini adalah salah satu dari nikmat yang Allah berikan kepada kami, karena ini merupakan prestasi dalam kepengurusan kami. Semoga ini adalah langkah awal kami untuk meraih prestasi lainnya, aamiin.
Bermula dari kami mendapatkan undangan untuk mengikuti
acara yang diselenggarakan oleh AQL
Islamic Center. Acara nya adalah "QGen BIG FESTIVAL 2013", yang bertemakan “Be A Quranic Generation” , kebetulan kami
mendapatkan surat undangannya saat sekolah sudah mulai tidak ada pelajaran karena
saat itu nilai UAS sudah di input, untungnya masih ada anggota rohis yang masuk
dan mendapatkan undangan ini. Awalnya yang menerima undangan ini adalah kakak
kelas pengurus rohis 2012/2013. Kami baru menerima undangannya saat Jum’at, 13
Desember 2013 . Sedangkan pendaftaran lomba terakhir adalah Minggu, 15 Desember
2013 . Kamipun langsung menghubungi CPnya untuk bertanya mengenai prosedur
pendaftaran lombanya, dan alhamdulillah pendaftaran di undur hingga Rabu, 18
Desember 2013 bertepatan dengan TM.
Hari itu juga kami membicarakan cabang lomba apa saja yang
akan kami ikuti, dari 11 cabang lomba yang ada, kamipun dari rohis 68 mengikuti 7
cabang lomba (Futsal, Ekspresi, Tilawatil Qur’an, Stand Up Dakwah, Fotografi, Poster
Islami,Renang.). Bayangkan saja, pas TM hampir 1/3 yang ada pada ruangan itu
adalah anak rohis 68, subahanallah. Sampai-sampai panitianya kagum, dan sedikit
bercanda dan bilang
“Wah ini mah semua pialanya bakal di bawa semua sama SMAN 68.”
Spontan kami mengucapkan
“Aamiin”
“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir” (QS. Qaaf: 18)
Ya berarti omongan kita selalu dicatat, atau yang biasa kalian dengar adalah "Ucapan adalah do'a"
Kata-kata itu nampaknya sangat pas, karena alhamdulillah kami dari
ROHIS SMAN 68 mendapatkan juara umum dan mendapat piala bergilir.
Padahal awalnya perwakilan dari rohis 68 yang datang ke
acara big eventnya hari ini bertanya-tanya “Itu piala yang besar lomba apa ya?”
ternyata itu adalah piala bergilir, dan tahun ini kami diberi kesempatan untuk mendapatkannya.
Dari 7 cabang lomba yang kami ikuti, 5 diantaranya memenangkan
lomba J
1. Tilawatil Qur’an, juara 1
Dimenangkan oleh Nashoikhul Ibad,
alhamdulillah setelah beberapa rintangan dilewati *eh , jadi gini ceritanya...
Awalnya Ibad ini hampir tidak bisa datang
saat hari H lomba, karena suatu keperluan. Wah , kamipun berusaha agar Ibad
tetap ikut dalam perlombaan ini. Saat itu posisi Ibad ada di Cibubur, padahal
lombanya di daerah Tebet. Lalu kami menghubungi CPnya agar Ibad menjadi peserta
terakhir, agar ia bisa ikut. Akhirnya Ibad menjadi peserta terakhir, tapi belum
selesai sampai disitu. Saat udah dua terakhir Ibad belum sampai di tempat
lomba. Kami pun bingung tapi alhamdulillah Ibad datang saat gilirannya, tapi
Ibad tidak membawa baju muslim , karena tidak sempat pulang dulu. Akhirnya pihak
panitia meminjamkan baju gamis untuknya. Ustad Bachtiar Nasir yang kebetulan
menjadi juri saat itu sebenarnya sudah ingin pulang, tapi subahanallah saat
beliau mendengar Ibad membaca al-qur’an beliau kembali lagi untuk menyaksikan
pembacaan qur'an oleh Ibad dan alhamdulillah hari ini, memang Ibad pemenangnya J
2. 2. Renang, juara 1
Dimenangkan oleh Rifqi Mufid, nah ini juga
ada ceritanya. Kabar baiknya perlombaan ini menjadi gratis, tapi ada kabar
lainnya. Ya kalian pasti taulah bagaimana pakaian renang yang biasa digunakan
orang-orang, umumnya tidak menutup aurat. Sama halnya dengan Rifqi ini, dia
juga saat TM kebingungan saat dikasih tau bahwa pakaian renangnya harus
menutupi aurat, si Rifqi ini berusaha untuk jelasin kepanitia bahwa baju renang
jarang yang menutupi aurat, karena semakin pendek baju renangnya beban
renangnya juga semakin enteng. Tapi pihak panitia menjelaskan dengan sangat
baik bahwa tujuan mereka itu baik, yaitu untuk menutupi auratnya. Walaupun
awalnya kebingungan ternyata saat dijalani alhamdulillah juara 1 dan sebenarnya Rifqi ini bukan anak rohis, tapi kami mengajaknya hehe dan kita doakan saja agar Rifqi masuk rohis heheJ
3. 3. Stand Up Dakwah, juara 2
Dimenangkan oleh Faza Fakiha Takwa, awalnya
dia ragu nih bisa ikut apa enggak karena dia ada les waktu acara lomba. Lagi-lagi
kami pun membujuk Faza untuk tetap ikut, akhirnya dia ikut tapi hanya dari jam
08.00-11.00 dan dia dapat nomor urut pertama subahanallah! Nah pas dia tampil
dia teringat kata-kata di TM bahwa micnya harus pakai stand up mic, padahal
Faza pingin banget ngambil micnya dan bawa tuh mic kemana-mana, alias ga
stand up mic. Akhirnya Faza hanya menggerakan tangannya karena ia tidak bisa
jauh-jauh dari stand up micknya hehe. Eh tapi peserta ke dua dan selanjutnya boleh
tidak menggunakan stand up mic, wah disini Faza mulai berkecil hati, tapi tetap optimis. Tapi
alhamdulillah mendapatkan juara 2.
4. 4. Ekspresi (Ekspos Kreasi Islam), juara 1
Ekspresi ini semacam cerdas cermat gitu.
Sekolah kami akan mengirim dua tim, tapi CPnya bilang hanya satu tim, nah salah
satu tim ada yang ngalah. Tapi tak lama, CPnya bilang bahwa satu sekolah
boleh diwakili 2 tim. Tim pertama beranggotakan kelas 11 yaitu Annisa Zhafira
, Ratu Syafianisa dan Anindya Aptasari. Tim ke dua dari kelas 10, ada Fakhira
Hana, M.Dzaki Albiruni dan Rizka Afifah, dan dimenangkan oleh tim ke dua tim dari
kelas 10 .Awalnya Rizka gatau loh dia diikut sertakan dalam lomba ini, tapi
tiba-tiba dia dikasih tau kalo dia diikutin lomba. Kagetlah dia, tapi untungnya
dia bisa dateng pas lomba. Nah pas lomba ini mereka tuh pulang lomba sampai
hujan-hujanan L
Tapi tak sia-sia karena mereka berhasil mendapatkan juara 1 J
5. 5. Fotografi, juara 2
Dimenangkan oleh Marsha Dwizashista. Awalnya
dia ragu mau ikut apa enggak, soalnya belum kepikiran mau foto apa
sedangkan temanya itu “Indahnya Aktifitas Remaja Indonesia”, kamipun menyarankan
kepada Marsha untuk mengirimkan foto saat proker kami, yaitu foto SSTI (Studi
Siswa Tentang Islam), akhirnya Marshapun ikut dan benar dia mengajukan foto
saat SSTI untuk di perlombakan, karena waktu yang mepet untuk hunting foto
lain. Ternyata lomba fotografi ini diperpanjang sampai tanggal 24 Desember 2013
, sedangkan Marsha udah kirim foto sebelum deadline pertama yaitu tanggal 14
Desember. Alhamdulillah walaupun begitu mendapatkan juara 2 J
![]() |
| Foto Perwakilan Rohis 68 bersama Piala Bergilir |
![]() |
| Piala Bergilirnya |
“ Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”(QS.Al-Insyiraah 6)
Ingat lah pada surah diatas, kalian harus optimis bahwa apa yang kalian lakukan, selama itu baik, pasti Allah akan memberi kemudahan.
Tersenyumlah di jalan dakwah ini, sobat! :D
Wassalamua'laikum Wr.Wb
Rabu, 03 April 2013
Berbagi Ilmu
Oleh: Endah Nur Rohmi
Dibandingkan pengurangan, penambahan, dan pengalian, pembagian merupakan hal yang paling sulit dilakukan. Pembagian yang dimaksud disini bukan seperti pada pelajaran berhitung di sekolah, melainkan pada kehidupan sehari-hari manusia sebagai makhluk sosial. Secara alami, manusia memiliki naluri untuk berbagi. Berbagi cerita adalah contoh mudahnya. Lain lagi jika itu adalah kekayaan, karena manusia cenderung pelit. Alasannya, tidak lain, karena khawatir kekayaan itu akan berkurang jumlahnya.
Dua macam kekayaan yang terdapat pada diri manusia mencakup kekayaan materiil dan kekayaan intelektual. Tentang berbagi kekayaan materi, Allah mewajibkan kaum Muslimin berderma dan berinfak kepada sesame. “Dan, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hartamu yang Dia telah jadikan kamu penguasanya (amanah). Maka, orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah)( memperoleh pahala yang besar.” (QS Alhadid[57]:7).
Bahkan, untuk urusan yang penting bagi kehidupan manusia, misalnya makan, kita diperintahkan untuk berbagi. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda, “Makanan untuk dua orang, cukup untuk tiga orang. Makanan tiga orang, cukup untuk empat orang.” (Hadis Mutafaq ‘Alaih).
Sementara itu, kekayaan intelektual (baca: ilmu) merupakan sesuatu yang lebih berharga dibanding kekayaan materiil. Kekayaan intelektual mencakup seluruh ilmu, baik ilmu yang diperlukan untuk mencapai kemaslahatan di dunia (ilmu umum) maupun ilmu yang mengatur cara-cara penghambaan kepada Allah (ilmu syariat).
Tentang berbagi ilmu ini, Allah telah memerintahkan kaum Muslimin untuk melaksanakannya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Orang yang terbaik diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.” (HR Al Bukhari dari Utsman bin Affan RA).
Tentu saja, berbagi ilmu sesuai dengan kemampuan tidak lepas dari aktivitas menuntut ilmu. Sehingga, berbagi ilmu yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan. Maka dari itu, Allah memerintahkan kita semua untuk menuntut ilmu.
Jelas sekali bahwa berbagi termasuk yang diperintahkan Allah kepada kita semua. Memang tidak mudah melakukannya apalagi ketika diri sendiri ditimpa kekurangan. Namun, Allah telah memberikan jaminan bertambahnya harta ataupun ilmu yang kita bagi itu dengan sesuatu yang terkadang tidak dapat diduga-duga. Inilah yang sering kali tidak diyakini oleh banyak orang.
Sumber : www.rohis68.blogspot.com
Dibandingkan pengurangan, penambahan, dan pengalian, pembagian merupakan hal yang paling sulit dilakukan. Pembagian yang dimaksud disini bukan seperti pada pelajaran berhitung di sekolah, melainkan pada kehidupan sehari-hari manusia sebagai makhluk sosial. Secara alami, manusia memiliki naluri untuk berbagi. Berbagi cerita adalah contoh mudahnya. Lain lagi jika itu adalah kekayaan, karena manusia cenderung pelit. Alasannya, tidak lain, karena khawatir kekayaan itu akan berkurang jumlahnya.
Dua macam kekayaan yang terdapat pada diri manusia mencakup kekayaan materiil dan kekayaan intelektual. Tentang berbagi kekayaan materi, Allah mewajibkan kaum Muslimin berderma dan berinfak kepada sesame. “Dan, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hartamu yang Dia telah jadikan kamu penguasanya (amanah). Maka, orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah)( memperoleh pahala yang besar.” (QS Alhadid[57]:7).
Bahkan, untuk urusan yang penting bagi kehidupan manusia, misalnya makan, kita diperintahkan untuk berbagi. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda, “Makanan untuk dua orang, cukup untuk tiga orang. Makanan tiga orang, cukup untuk empat orang.” (Hadis Mutafaq ‘Alaih).
Sementara itu, kekayaan intelektual (baca: ilmu) merupakan sesuatu yang lebih berharga dibanding kekayaan materiil. Kekayaan intelektual mencakup seluruh ilmu, baik ilmu yang diperlukan untuk mencapai kemaslahatan di dunia (ilmu umum) maupun ilmu yang mengatur cara-cara penghambaan kepada Allah (ilmu syariat).
Tentang berbagi ilmu ini, Allah telah memerintahkan kaum Muslimin untuk melaksanakannya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Orang yang terbaik diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.” (HR Al Bukhari dari Utsman bin Affan RA).
Tentu saja, berbagi ilmu sesuai dengan kemampuan tidak lepas dari aktivitas menuntut ilmu. Sehingga, berbagi ilmu yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan. Maka dari itu, Allah memerintahkan kita semua untuk menuntut ilmu.
Jelas sekali bahwa berbagi termasuk yang diperintahkan Allah kepada kita semua. Memang tidak mudah melakukannya apalagi ketika diri sendiri ditimpa kekurangan. Namun, Allah telah memberikan jaminan bertambahnya harta ataupun ilmu yang kita bagi itu dengan sesuatu yang terkadang tidak dapat diduga-duga. Inilah yang sering kali tidak diyakini oleh banyak orang.
Sumber : www.rohis68.blogspot.com
10 Keutamaan Ilmu Dibandingkan Harta
1. Ilmu adalah pusaka para nabi sedangkan harta adalah pusaka Qarun, Sada, Fir’aun
2. Ilmu menjaga dirimu, sedangkan harta malah engkau yang menjaganya
3. Pemilik harta musuhnya banyak, sedangkan pemilik ilmu temannya banyak
4. Harta bila dibelanjakan akan berkurang, sedangkan pemilik ilmu justru malah bertambah
5. Pemilik harta dipanggil dengan sifat bakhil dan cercaan, sedangkan pemilik ilmu dipanggil
dengan nama keagungan dan kemuliaan
6. Harta perlu dijaga dari pencuri, sedangkan ilmu tidak perlu kemuliaan
7. Pemilik harta kelak diakhirat akan dihisa, sedangkan ilmu akan diberi syafa’at
8. Harta akan berkarat karena lama disimpan, sedangkan ilmu tidak akan berkarat dan tidak
rusak karena umur
9. Harta bias mengeraskan hati, tetapi ilmu bias menerangi hati
10.Pemilik harta bisa mengaku-ngaku sebagai tuhan lantaran hartanya, sedangkan pemilik ilmu
mengaku sebagai hamba
Sumber : www.rohis68.blogspot.com
2. Ilmu menjaga dirimu, sedangkan harta malah engkau yang menjaganya
3. Pemilik harta musuhnya banyak, sedangkan pemilik ilmu temannya banyak
4. Harta bila dibelanjakan akan berkurang, sedangkan pemilik ilmu justru malah bertambah
5. Pemilik harta dipanggil dengan sifat bakhil dan cercaan, sedangkan pemilik ilmu dipanggil
dengan nama keagungan dan kemuliaan
6. Harta perlu dijaga dari pencuri, sedangkan ilmu tidak perlu kemuliaan
7. Pemilik harta kelak diakhirat akan dihisa, sedangkan ilmu akan diberi syafa’at
8. Harta akan berkarat karena lama disimpan, sedangkan ilmu tidak akan berkarat dan tidak
rusak karena umur
9. Harta bias mengeraskan hati, tetapi ilmu bias menerangi hati
10.Pemilik harta bisa mengaku-ngaku sebagai tuhan lantaran hartanya, sedangkan pemilik ilmu
mengaku sebagai hamba
Sumber : www.rohis68.blogspot.com
Pesankan Saya Sebuah Tempat
Danu Ardi Kuncoro
Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi Muslimah,untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya.Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan etika.Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leherkehangatan badan bisa terjaga.Jilbab memang memiliki multifungsi.Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari Kairo ke Alexandria;di sebuah mikrobus, ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layakuntuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan.Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar.Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang 'perhatian'kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnyamengingatkan bahwa pakaian yang dikenakannya bisa mengakibatkansesuatu yang tak baik bagi dirinya sendiri.Disamping itu, pakaian tersebut juga melanggar aturan agama dan normakesopanan.Orang tua itu bicara agak hati-hati, pelan-pelan, sebagaimana seorangbapak terhadap anaknya.Apa respon perempuan muda tersebut ?Rupanya dia tersinggung, lalu ia ekspresikan kemarahannya karenamerasa hak privasinya terusik.Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang !"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya." Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda ! "Sebuah respon yang sangat frontal. Orang tua berjanggut itu hanyaberistighfar.Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.Detik-detik berikutnya, suasana begitu senyap.Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpi, takterkecuali perempuan muda itu.Lalu sampailah perjalanan di penghujung tujuan, di terminal terakhirmikrobus Alexandria.Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun, tapi mereka terhalangioleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tidur,karena posisi tidurnya berada dekat pintu keluar."Bangunkan saja !" kata seorang penumpang."Iya, bangunkan saja !" teriak yang lainnya.Gadis itu tetap bungkam, tiada bergeming.Salah seorang mencoba mendekatinya, dan menggerak-gerakkan tubuh sigadis agar posisinya berpindah.Namun....... astaghfirullah !Apakah yang terjadi ?Perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi.Ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan neraka !Kontan seisi mikrobus berucap istighfar, kalimat tauhid sertamenggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yangduduk di sampingnya.Ada pula yang histeris meneriakkan Allahu Akbar dengan linangan air mata.Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya.... .Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat....Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yangburuk...Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah...Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat dengan-NYA....semakin dekat.Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar...mumpung kesempatan itu masih ada !Apakah booking tempatnya terpenuhi di alam sana ?kawan, sering-seringlah berdoa seperti ini :Allahumma inni as'aluka salamatan fid diin (yang Allah, berilah akukeselamatan di akherat)wa 'afiatan fil jasad (dan kesehatan tubuh)wa ziyadatan fil 'ilmi (dan bertambah ilmu)wa barakatan fir rizqi (dan keberkahan rezeki)wa taubatan qablal maut (dan taubat sebelum mati)wa rahmatan 'indal maut (dan kasihsayang ketika mati)wa maghfiratan ba'dal maut (dan ampunan setelah mati)Allahumma hawwin 'alayya fii sakaratil maut (ya Allah permudahkanlahaku ketika sekarat/hendak mati).Entahlah, apakah ini yang disebut dengan su'ul khatimah itu.Mungkin si perempuan ini juga (pernah) sembahyang,mungkin juga pernah beramal salih selama hidupnya.Siapa tahu?Wallahu a'lam.--based on true story-- ditulis oleh kolumnis majalah Almannar, bukan Almannaryang dulu dikelola syekh Muhammad Rasyid Ridhoyang kemudian menulis tafsir Almannar itu, melainkan AlmannarAljadid/neo- Almannar)
Sumber : www.rohis68.blogsot.com
Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi Muslimah,untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya.Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan etika.Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leherkehangatan badan bisa terjaga.Jilbab memang memiliki multifungsi.Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari Kairo ke Alexandria;di sebuah mikrobus, ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layakuntuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan.Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar.Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang 'perhatian'kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnyamengingatkan bahwa pakaian yang dikenakannya bisa mengakibatkansesuatu yang tak baik bagi dirinya sendiri.Disamping itu, pakaian tersebut juga melanggar aturan agama dan normakesopanan.Orang tua itu bicara agak hati-hati, pelan-pelan, sebagaimana seorangbapak terhadap anaknya.Apa respon perempuan muda tersebut ?Rupanya dia tersinggung, lalu ia ekspresikan kemarahannya karenamerasa hak privasinya terusik.Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang !"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya." Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda ! "Sebuah respon yang sangat frontal. Orang tua berjanggut itu hanyaberistighfar.Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.Detik-detik berikutnya, suasana begitu senyap.Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpi, takterkecuali perempuan muda itu.Lalu sampailah perjalanan di penghujung tujuan, di terminal terakhirmikrobus Alexandria.Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun, tapi mereka terhalangioleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tidur,karena posisi tidurnya berada dekat pintu keluar."Bangunkan saja !" kata seorang penumpang."Iya, bangunkan saja !" teriak yang lainnya.Gadis itu tetap bungkam, tiada bergeming.Salah seorang mencoba mendekatinya, dan menggerak-gerakkan tubuh sigadis agar posisinya berpindah.Namun....... astaghfirullah !Apakah yang terjadi ?Perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi.Ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan neraka !Kontan seisi mikrobus berucap istighfar, kalimat tauhid sertamenggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yangduduk di sampingnya.Ada pula yang histeris meneriakkan Allahu Akbar dengan linangan air mata.Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya.... .Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat....Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yangburuk...Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah...Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat dengan-NYA....semakin dekat.Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar...mumpung kesempatan itu masih ada !Apakah booking tempatnya terpenuhi di alam sana ?kawan, sering-seringlah berdoa seperti ini :Allahumma inni as'aluka salamatan fid diin (yang Allah, berilah akukeselamatan di akherat)wa 'afiatan fil jasad (dan kesehatan tubuh)wa ziyadatan fil 'ilmi (dan bertambah ilmu)wa barakatan fir rizqi (dan keberkahan rezeki)wa taubatan qablal maut (dan taubat sebelum mati)wa rahmatan 'indal maut (dan kasihsayang ketika mati)wa maghfiratan ba'dal maut (dan ampunan setelah mati)Allahumma hawwin 'alayya fii sakaratil maut (ya Allah permudahkanlahaku ketika sekarat/hendak mati).Entahlah, apakah ini yang disebut dengan su'ul khatimah itu.Mungkin si perempuan ini juga (pernah) sembahyang,mungkin juga pernah beramal salih selama hidupnya.Siapa tahu?Wallahu a'lam.--based on true story-- ditulis oleh kolumnis majalah Almannar, bukan Almannaryang dulu dikelola syekh Muhammad Rasyid Ridhoyang kemudian menulis tafsir Almannar itu, melainkan AlmannarAljadid/neo- Almannar)
Sumber : www.rohis68.blogsot.com
Ikhwan-Akhwat
Ustadz Adf
seperti lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. Tanpa mereka hati, fikiran, perasaan lelaki akan resah. Masih mencari walaupun sudah ada segala galanya.Apa lagi yang tidak ada di syurga, namun Nabi Adam a.s tetap merindukan Siti Hawa. Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, isteri atau puteri.Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh lelaki, tetapi kalau lelaki sendiri yang tak lurus, tidak mungkin mampu hendak meluruskan mereka.Tak logik kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus.Luruskanlah wanita dengan cara petunjuk Allah, karena mereka diciptakan begitu rupa oleh Allah.Didiklah mereka dengan panduan dariNya.
JANGAN COBA JINAKKAN MEREKA DENGAN HARTA,NANTI MEREKA SEMAKIN LIAR.
JANGAN HIBURKAN MEREKA DENGAN KECANTIKAN,NANTI MEREKA SEMAKIN MENDERITA.
Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah. Kenalkan mereka kepada Allah, zat yang kekal, disitulah kuncinya.
AKAL SETIPIS RAMBUTNYA, TEBALKAN DENGAN ILMU.HATI SERAPUH KACA, KUATKAN DENGAN IMAN.PERASAAN SELEMBUT SUTERA, HIASILAH DENGAN AKHLAK.
Suburkanlah karena dari situlah nanti mereka akan nampak penilaian dan keadilan Tuhan.Akan terhibur dan bahagialah hati mereka, walaupun tidak jadi ratu cantik dunia, presiden ataupun perdana menteri negara atau women gladiator.Bisikkan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan. Itu bukan diskriminasi Tuhan. Sebaliknya disitulah kasih sayang Tuhan, karena rahim wanita yang lembut itulah yang mengandungkan lelaki-lelaki wajah : negarawan, karyawan, jutawan dan " wan-wan" lain. Tidak akan lahir superman tanpa superwoman.Wanita yang lupa hakikat kejadiannya, pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan.Tanpa ilmu, iman dan akhlak, mereka bukan saja tidak bisa diluruskan, bahkan mereka pula membengkokkan.
LEBIH banyak LELAKI YANG DIRUSAKKAN OLEH PEREMPUANDARIPADA PEREMPUAN YANG DIRUSAKKAN OLEH LELAKI.
SEBODOH-BODOH PEREMPUAN PUN BISA MENUNDUKKAN SEPANDAI-PANDAI LELAKI
Itulah akibatnya apabila wanita tidak kenal tuhan. Mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri, apalagi mengenal lelaki. Kini bukan saja banyak boss telah kehilangan secretary, bahkan anak pun akan kehilangan ibu, suami kehilangan isteri dan bapa akan kehilangan puteri.Bila wanita durhaka dunia akan huru-hara. Bila tulang rusuk patah, rusaklah jantung, hati dan limpa.Para lelaki pula jangan hanya mengharap ketaatan tetapi binalah kepimpinan.Pastikan sebelum memimpin wanita menuju Allah
PIMPINLAH DIRI SENDIRI DAHULU KEPADANYA.
Jinakkan diri dengan Allah, nescaya akan jinaklah segala-galanya dibawah pimpinan kita.
JANGAN MENGHARAP ISTERI SEPERTI SITI FATIMAH,KALAU PRIBADI BELUM LAGI SEPERTI SAYIDINA ALI
Diambil dari CD Ebook Islami 1428Written by : nonamePublished by : Yahdi Siradj
sumber : www.rohis68.blogspot.com
seperti lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. Tanpa mereka hati, fikiran, perasaan lelaki akan resah. Masih mencari walaupun sudah ada segala galanya.Apa lagi yang tidak ada di syurga, namun Nabi Adam a.s tetap merindukan Siti Hawa. Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, isteri atau puteri.Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh lelaki, tetapi kalau lelaki sendiri yang tak lurus, tidak mungkin mampu hendak meluruskan mereka.Tak logik kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus.Luruskanlah wanita dengan cara petunjuk Allah, karena mereka diciptakan begitu rupa oleh Allah.Didiklah mereka dengan panduan dariNya.
JANGAN COBA JINAKKAN MEREKA DENGAN HARTA,NANTI MEREKA SEMAKIN LIAR.
JANGAN HIBURKAN MEREKA DENGAN KECANTIKAN,NANTI MEREKA SEMAKIN MENDERITA.
Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah. Kenalkan mereka kepada Allah, zat yang kekal, disitulah kuncinya.
AKAL SETIPIS RAMBUTNYA, TEBALKAN DENGAN ILMU.HATI SERAPUH KACA, KUATKAN DENGAN IMAN.PERASAAN SELEMBUT SUTERA, HIASILAH DENGAN AKHLAK.
Suburkanlah karena dari situlah nanti mereka akan nampak penilaian dan keadilan Tuhan.Akan terhibur dan bahagialah hati mereka, walaupun tidak jadi ratu cantik dunia, presiden ataupun perdana menteri negara atau women gladiator.Bisikkan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan. Itu bukan diskriminasi Tuhan. Sebaliknya disitulah kasih sayang Tuhan, karena rahim wanita yang lembut itulah yang mengandungkan lelaki-lelaki wajah : negarawan, karyawan, jutawan dan " wan-wan" lain. Tidak akan lahir superman tanpa superwoman.Wanita yang lupa hakikat kejadiannya, pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan.Tanpa ilmu, iman dan akhlak, mereka bukan saja tidak bisa diluruskan, bahkan mereka pula membengkokkan.
LEBIH banyak LELAKI YANG DIRUSAKKAN OLEH PEREMPUANDARIPADA PEREMPUAN YANG DIRUSAKKAN OLEH LELAKI.
SEBODOH-BODOH PEREMPUAN PUN BISA MENUNDUKKAN SEPANDAI-PANDAI LELAKI
Itulah akibatnya apabila wanita tidak kenal tuhan. Mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri, apalagi mengenal lelaki. Kini bukan saja banyak boss telah kehilangan secretary, bahkan anak pun akan kehilangan ibu, suami kehilangan isteri dan bapa akan kehilangan puteri.Bila wanita durhaka dunia akan huru-hara. Bila tulang rusuk patah, rusaklah jantung, hati dan limpa.Para lelaki pula jangan hanya mengharap ketaatan tetapi binalah kepimpinan.Pastikan sebelum memimpin wanita menuju Allah
PIMPINLAH DIRI SENDIRI DAHULU KEPADANYA.
Jinakkan diri dengan Allah, nescaya akan jinaklah segala-galanya dibawah pimpinan kita.
JANGAN MENGHARAP ISTERI SEPERTI SITI FATIMAH,KALAU PRIBADI BELUM LAGI SEPERTI SAYIDINA ALI
Diambil dari CD Ebook Islami 1428Written by : nonamePublished by : Yahdi Siradj
sumber : www.rohis68.blogspot.com
Pecundang vs Pemenang
Ustadz Adf
Pada suatu hari murid bertanya kepada gurunya
Guru, apa yang harus kulakukan agar aku menjadi pemenang dalam kehidupan ini bukan menjadi pecundang ?
Sang guru menjawab, pelajari perbedaan antara keduanya.
Jika pecundang selalu menjadi bagian dari masalah
Pemenang selalu menjadi bagian dari solusi.
Jika pecundang akan selalu punya alasan
Pemenang akan selalu punya program.
Jika pecundang berkata : Itu bukan pekerjaanku !
Pemenang akan berkata : Biar aku yang mengerjakan itu.
Bila pecundang melihat persoalan dari setiap jawaban
Pemenang akan melihat jawaban dari setiap persoalan.
Jika pecundang melihat kesalahan dari setiap persoalan
Pemenang melihat kebaikan dari setiap kesalahan.
Jika pecundang berkata : Itu mungkin dikerjakan, tapi sulit
Pemenang akan berkata : Itu sulit, tapi mungkin untuk dikerjakan.
Kalau kamu mau melakukan seluruh ciri-ciri pemenang, kaulah yang akan menjadi pemenang.
sumber : www.rohis68.blogspot.com
Pada suatu hari murid bertanya kepada gurunya
Guru, apa yang harus kulakukan agar aku menjadi pemenang dalam kehidupan ini bukan menjadi pecundang ?
Sang guru menjawab, pelajari perbedaan antara keduanya.
Jika pecundang selalu menjadi bagian dari masalah
Pemenang selalu menjadi bagian dari solusi.
Jika pecundang akan selalu punya alasan
Pemenang akan selalu punya program.
Jika pecundang berkata : Itu bukan pekerjaanku !
Pemenang akan berkata : Biar aku yang mengerjakan itu.
Bila pecundang melihat persoalan dari setiap jawaban
Pemenang akan melihat jawaban dari setiap persoalan.
Jika pecundang melihat kesalahan dari setiap persoalan
Pemenang melihat kebaikan dari setiap kesalahan.
Jika pecundang berkata : Itu mungkin dikerjakan, tapi sulit
Pemenang akan berkata : Itu sulit, tapi mungkin untuk dikerjakan.
Kalau kamu mau melakukan seluruh ciri-ciri pemenang, kaulah yang akan menjadi pemenang.
sumber : www.rohis68.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)


